SAMPIT , PROKALTENG.CO – Wakil Bupati Kotawaringin Timur (Kotim) Irawati. Mengapresiasi keterlibatan dunia usaha dalam mendukung penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah setempat.
Dukungan tersebut dinilai penting, tidak hanya untuk memperkuat upaya pemadaman, tetapi juga membantu menjaga kesehatan petugas dan masyarakat yang terdampak asap.
Salah satu bentuk kepedulian tersebut diwujudkan melalui pelayanan kesehatan gratis yang dipusatkan di Pos Terpadu Penanggulangan Karhutla dan Kekeringan Kotim, Jalan Jenderal Sudirman Kilometer 3 Sampit, Selasa (8/9).
Irawati menilai layanan kesehatan menjadi bagian penting dalam penanganan karhutla, mengingat kondisi kemarau yang melanda Kotim turut meningkatkan risiko kebakaran sekaligus memperburuk kualitas udara akibat asap.
Menurutnya, petugas pemadam, relawan, maupun masyarakat yang berada di sekitar lokasi terdampak membutuhkan perhatian dan perlindungan kesehatan selama situasi karhutla berlangsung.
“Ini bisa menambah semangat mereka untuk kerja di lapangan, dan juga memberikan tentunya perhatian di bidang kesehatan untuk masyarakat yang terdampak asap di Kabupaten Kotawaringin Timur. Makanya, kami mengucapkan terima kasih,” kata Irawati.
Ia menegaskan, penanganan karhutla dengan cakupan wilayah Kotim yang luas tidak mungkin hanya mengandalkan kemampuan pemerintah daerah. Keterlibatan perusahaan, TNI-Polri, relawan dan masyarakat diperlukan agar respons terhadap kebakaran dapat dilakukan secara lebih cepat dan terkoordinasi.
Karena itu, Irawati berharap kepedulian yang telah ditunjukkan sejumlah perusahaan dapat menjadi pemantik bagi pelaku usaha lainnya, untuk ikut mengambil peran dalam menghadapi ancaman karhutla.
“Diharapkan tentunya menjadi motivasi bagi pihak perusahaan yang ada di Kabupaten Kotawaringin Timur,” ujarnya.
Sejumlah perusahaan swasta sebelumnya juga telah memberikan dukungan berupa selang, logistik dan kebutuhan lainnya untuk menunjang operasional petugas serta relawan di lapangan.
Bantuan tersebut menjadi sangat berarti, terutama ketika tim pemadam harus menghadapi titik api di kawasan yang sulit dijangkau. Kondisi medan yang berat membutuhkan ketersediaan peralatan, personel dan logistik yang memadai agar penanganan kebakaran bisa dilakukan secara optimal.
Pemkab Kotim pun terus memperkuat sinergi lintas sektor dengan melibatkan dunia usaha, TNI-Polri, relawan hingga masyarakat. Kolaborasi tersebut diarahkan untuk mempercepat deteksi dan penanganan titik api sekaligus mencegah kebakaran meluas.
Irawati menekankan bahwa pencegahan karhutla bukan semata-mata tugas pemerintah, melainkan tanggung jawab seluruh elemen masyarakat. Karena itu, kepedulian dan keterlibatan berbagai pihak harus terus dipertahankan selama ancaman kebakaran dan asap masih terjadi.
“Menjaga kelestarian lingkungan dan mencegah karhutla adalah tanggung jawab bersama. Mari terus bergerak, terus bersinergi dan bersama-sama kita jaga bumi Kotawaringin Timur,” pungkasnya.(bah/kpg)


