SAMPIT, PROKALTENG.CO– Hadirnya Pedagang Kaki Lima (PKL) di kawasan Stadion 29 November Kota Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) yang tidak beraturan, membuat kawasan tersebut kurang rapi untuk dipandang. Kerap kali kehadiran mereka menimbulkan masalah baru yang berkaitan dengan kebersiha lingkungan.
Menindaklanjuti hal itu, Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Kotim, langsung turun tangan demi menertibkan para PKL tersebut. Hal itu demi kenyamanan masyarakat Kotim yang ingin menggunakan kawasan tersebut untuk berolahraga.
“Kita menjaga tempat itu agar bisa rapi, aman dan tidak kumuh,” ucap Kepala Dispora Kabupaten Kotim, Wiyono, Selasa (4/6).
Wiyono mengungkapkan, kawasan stadion tersebut harusnya diperuntukkan untuk kegiatan olahraga. Seperti pelatihan bagi para atlet, hingga masyarakat biasa yang ingin berkegiatan fisik. Terlebih lagi, kawasan itu merupakan salah satu ikon Kota Sampit yang seharusnya bersih dari para PKL.
“Stadion ini termasuk ikon kota. Jadi jalan masuknya sudah seharusnya bersih dari para pedagang. Karena ini diperuntukkan untuk kegiatan olahraga,” bebernya.
Kendati demikian, pihaknya akan tetap memberikan fasilitas berupa tempat bagi para pedagang untuk berjualan. Ia akan berkoordinasi dengan dinas terkait yang mengatur tentang perdagangan dan tata kelola ruang di Kotim. Rencananya, para pedagang itu akan ditata usai pelaksanaan Sampit Expo yang akan berlangsung dalam beberapa hari kedepan.
“Tetapi kita juga ingin menyediakan tempat, karena masyarakat kalau habis olahraga pasti akan membeli minum atau makanan,” terangnya.
Sebelumnya, Dispora Kotim bekerjasama dengan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Kotim memberikan sosialisasi kepada para PKL tersebut. Mereka diberikan pengertian agar bisa dipindahkan sehingga membuat kawasan itu bersih dari PKL.(sli/kpg)


