Sebanyak 84 ASN Operator Aplikasi Dapodik Ikuti Sinkronisasi Data Pendidik dan Tenaga Kepedidikan

PANGKALAN BUN, PROKALTENG.CO– Sebanyak 84 ASN yang bertugas sebagai Operator Aplikasi Dapodik dari sekolah jenjang PAUD, SD dan SMP yang berasal dari 5 kecamatan di Kobar.

Mengikuti kegiatan sinkronisasi data pendidik dan tenaga kepedidikan yang diselenggarakan oleh Dikbud Kobar, di Aula Hotel Brits Pangkalan Bun, Selasa (31/3).

Kegiatan ini bertujuan untuk peningkatan kapasitas operator Aplikasi Dapodik sekolah yang muaranya menghasilkan entri data yang valid, sesuai dengan kondisi real di sekolah. Data pada di Aplikasi Dapodik digunakan sebagai dasar pengambilan kebijakan oleh pemerintah pusat yaitu Kemendikdasmen maupun pemerintah daerah.

Kegiatan Sinkronisasi Data Pendidik dan Tenaga Kependidikan  dilaksanakan selama satu hari yaitu pada tanggal 31 Maret  2026 dan kegiatan dibuka oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Muhammad Alamsyah

Baca Juga :  Dukung Kongres HMI, Pemkab Kobar Beri Bantuan Konsumsi dan Penyambutan

Dalam sambutannya Alamsyah menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh peserta kegiatan yang telah hadir memenuhi undangan dari dinas.

“Saya sangat mengapresiasi kepada seluruh Operator Dapodik sekolah yang selama ini telah menjadi petugas operator dan bekerja sebaik mungkin agar data pada Aplikasi Dapodik dalam kondisi valid,” ujarnya.

“Sinkronisasi Data Aplikasi Dapodik sangat penting, karena bukan hanya syarat administrasi namun juga mencakup hajat hidup guru yaitu pencairan tunjangan serta peningkatan karir” ujar Alamsyah.

Electronic money exchangers listing

Selain itu sinkronisasi data memiliki peran yang strategis karena menjadi kunci dari keseluruhan data di sekolah.

Disamping pembiayaan dari dana APBD ada juga pembiayaan dari dana APBN untuk revitalisasi sarana prasarana sekolah. Program Revitalisasi Sarana Prasarana Sekolah ini diusulkan dari sekolah melalui input data di Aplikasi Dapodik.

Baca Juga :  Safari Ramadan ke 6 Kecamatan, Bupati : Saling Bersinergi Membangun Kobar

“Untuk operator Aplikasi Dapodik Sekolah mohon agar dapat melakukan update data sarana prasarana sekolah dan berkonsultasi dengan Dinas Pendidikan tentang input data kondisi sarana prasarana yang real di sekolah “ imbuhnya.

“Saya mengharapkan kepada seluruh Operator Aplikasi Dapodik  dapat melakukan entry data yang valid sesuai dengan realita di lapangan dan dapat dipertanggungjawabkan” tutupnya.(mmc/ind)

PANGKALAN BUN, PROKALTENG.CO– Sebanyak 84 ASN yang bertugas sebagai Operator Aplikasi Dapodik dari sekolah jenjang PAUD, SD dan SMP yang berasal dari 5 kecamatan di Kobar.

Mengikuti kegiatan sinkronisasi data pendidik dan tenaga kepedidikan yang diselenggarakan oleh Dikbud Kobar, di Aula Hotel Brits Pangkalan Bun, Selasa (31/3).

Kegiatan ini bertujuan untuk peningkatan kapasitas operator Aplikasi Dapodik sekolah yang muaranya menghasilkan entri data yang valid, sesuai dengan kondisi real di sekolah. Data pada di Aplikasi Dapodik digunakan sebagai dasar pengambilan kebijakan oleh pemerintah pusat yaitu Kemendikdasmen maupun pemerintah daerah.

Electronic money exchangers listing

Kegiatan Sinkronisasi Data Pendidik dan Tenaga Kependidikan  dilaksanakan selama satu hari yaitu pada tanggal 31 Maret  2026 dan kegiatan dibuka oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Muhammad Alamsyah

Baca Juga :  Dukung Kongres HMI, Pemkab Kobar Beri Bantuan Konsumsi dan Penyambutan

Dalam sambutannya Alamsyah menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh peserta kegiatan yang telah hadir memenuhi undangan dari dinas.

“Saya sangat mengapresiasi kepada seluruh Operator Dapodik sekolah yang selama ini telah menjadi petugas operator dan bekerja sebaik mungkin agar data pada Aplikasi Dapodik dalam kondisi valid,” ujarnya.

“Sinkronisasi Data Aplikasi Dapodik sangat penting, karena bukan hanya syarat administrasi namun juga mencakup hajat hidup guru yaitu pencairan tunjangan serta peningkatan karir” ujar Alamsyah.

Selain itu sinkronisasi data memiliki peran yang strategis karena menjadi kunci dari keseluruhan data di sekolah.

Disamping pembiayaan dari dana APBD ada juga pembiayaan dari dana APBN untuk revitalisasi sarana prasarana sekolah. Program Revitalisasi Sarana Prasarana Sekolah ini diusulkan dari sekolah melalui input data di Aplikasi Dapodik.

Baca Juga :  Safari Ramadan ke 6 Kecamatan, Bupati : Saling Bersinergi Membangun Kobar

“Untuk operator Aplikasi Dapodik Sekolah mohon agar dapat melakukan update data sarana prasarana sekolah dan berkonsultasi dengan Dinas Pendidikan tentang input data kondisi sarana prasarana yang real di sekolah “ imbuhnya.

“Saya mengharapkan kepada seluruh Operator Aplikasi Dapodik  dapat melakukan entry data yang valid sesuai dengan realita di lapangan dan dapat dipertanggungjawabkan” tutupnya.(mmc/ind)

Terpopuler

Artikel Terbaru