Presiden Prabowo Turunkan Biaya Haji 2026 di Tengah Kenaikan Harga Avtur

PROKALTENG.CO-Jika kenaikan harga avtur yang sebelumnya dikhawatirkan bakal berdampak pada kenaikan biaya haji, Presiden Prabowo Subianto justru mengumumkan kebijakan penurunan biaya haji tahun 2026 sebesar Rp 2 juta.

Keputusan ini diambil di tengah kenaikan harga avtur yang cukup tajam, dari Rp 13.656 per liter menjadi Rp 23.551 per liter.

Prabowo menegaskan bahwa pemerintah berkomitmen melindungi rakyat, termasuk jamaah haji, agar tidak terbebani oleh lonjakan biaya operasional penerbangan.

“Yang sudah kita putuskan adalah, pelaksanaan haji tahun 2026 ini kita pastikan biayanya turun sekitar Rp2 juta, kecuali ada kebijakan lain dari pemerintah Arab Saudi,” ujar Prabowo.

Kenaikan harga avtur dipicu oleh dinamika global, khususnya di kawasan Timur Tengah. Situasi ini berdampak langsung pada biaya operasional penerbangan haji.

Baca Juga :  25 Ucapan Selamat Pelantikan Prabowo-Gibran: Doa dan Harapan untuk Indonesia Maju

Maskapai nasional Garuda Indonesia yang mengangkut jamaah haji Indonesia harus menanggung biaya tambahan besar, sementara maskapai Arab Saudi juga melaporkan adanya kenaikan beban biaya.

Prabowo menegaskan bahwa kebijakan ini merupakan bentuk perlindungan terhadap masyarakat hingga lapisan terbawah.

Electronic money exchangers listing

“Walaupun harga avtur naik, kita berani turunkan harga haji untuk tahun ini. Demikian komitmen pemerintah ini untuk melindungi rakyat paling bawah,” tegasnya.

Sementara itu, Wakil Menteri Haji dan Umrah RI, Dahnil Anzar Simanjuntak, menegaskan bahwa Presiden tidak ingin jamaah terbebani.

“Memang ada kenaikan avtur sangat signifikan, tapi perintah Presiden adalah beliau tidak menginginkan ada beban yang berat untuk jamaah haji,” ujarnya.

Dahnil menambahkan bahwa pemerintah terus mengkaji solusi atas lonjakan biaya operasional, termasuk pasokan makanan haji dan efisiensi penerbangan.

Baca Juga :  Pakar Hukum Ingatkan PP 45/2025 Bisa Bikin Perusahaan Sawit Bangkrut, PHK Massal Mengintai

Hal ini dilakukan agar jamaah tetap bisa menjalankan ibadah dengan tenang tanpa khawatir terhadap kenaikan biaya. (kmp/nur/jpg)

 

PROKALTENG.CO-Jika kenaikan harga avtur yang sebelumnya dikhawatirkan bakal berdampak pada kenaikan biaya haji, Presiden Prabowo Subianto justru mengumumkan kebijakan penurunan biaya haji tahun 2026 sebesar Rp 2 juta.

Keputusan ini diambil di tengah kenaikan harga avtur yang cukup tajam, dari Rp 13.656 per liter menjadi Rp 23.551 per liter.

Prabowo menegaskan bahwa pemerintah berkomitmen melindungi rakyat, termasuk jamaah haji, agar tidak terbebani oleh lonjakan biaya operasional penerbangan.

Electronic money exchangers listing

“Yang sudah kita putuskan adalah, pelaksanaan haji tahun 2026 ini kita pastikan biayanya turun sekitar Rp2 juta, kecuali ada kebijakan lain dari pemerintah Arab Saudi,” ujar Prabowo.

Kenaikan harga avtur dipicu oleh dinamika global, khususnya di kawasan Timur Tengah. Situasi ini berdampak langsung pada biaya operasional penerbangan haji.

Baca Juga :  25 Ucapan Selamat Pelantikan Prabowo-Gibran: Doa dan Harapan untuk Indonesia Maju

Maskapai nasional Garuda Indonesia yang mengangkut jamaah haji Indonesia harus menanggung biaya tambahan besar, sementara maskapai Arab Saudi juga melaporkan adanya kenaikan beban biaya.

Prabowo menegaskan bahwa kebijakan ini merupakan bentuk perlindungan terhadap masyarakat hingga lapisan terbawah.

“Walaupun harga avtur naik, kita berani turunkan harga haji untuk tahun ini. Demikian komitmen pemerintah ini untuk melindungi rakyat paling bawah,” tegasnya.

Sementara itu, Wakil Menteri Haji dan Umrah RI, Dahnil Anzar Simanjuntak, menegaskan bahwa Presiden tidak ingin jamaah terbebani.

“Memang ada kenaikan avtur sangat signifikan, tapi perintah Presiden adalah beliau tidak menginginkan ada beban yang berat untuk jamaah haji,” ujarnya.

Dahnil menambahkan bahwa pemerintah terus mengkaji solusi atas lonjakan biaya operasional, termasuk pasokan makanan haji dan efisiensi penerbangan.

Baca Juga :  Pakar Hukum Ingatkan PP 45/2025 Bisa Bikin Perusahaan Sawit Bangkrut, PHK Massal Mengintai

Hal ini dilakukan agar jamaah tetap bisa menjalankan ibadah dengan tenang tanpa khawatir terhadap kenaikan biaya. (kmp/nur/jpg)

 

Terpopuler

Artikel Terbaru