alexametrics
26 C
Palangkaraya
Saturday, August 13, 2022

Lewat Ritel Wakaf, ACT Ingin Turunkan Angka Kemiskinan

Global Wakaf-ACT saat ini tengah berusaha mengurangi tingkat
kemiskinan yang ada di beberapa wilayah Indonesia, termasuk Sumbawa, Nusa
Tenggara Barat (NTB). Hal yang dilakukan adalah dengan membuat program bantuan
yang berkelanjutan, yaitu Ritel Wakaf.

Pasalnya, masih banyak yang berpikir bahwa bantuan sekali terima
akan menyelesaikan masalah kemiskinan, padahal tidak. Seharusnya terdapat
program yang lebih serius dan sistemik untuk membantu memutuskan rantai
kemiskinan masyarakat.

“Kita harus memberi sedekah kerja yang sifatnya berkelanjutan,
bukan hanya memberi bantuan pangan di hari itu,” ucap Presiden Global Wakaf
Insan Nurrohman dalam keterangan tertulis, Jakarta, Senin (04/11).

Sedekah kerja yang di maksud merupakan sebuah lapangan
pekerjaan. Nantinya, diharapkan Ritel Wakaf dapat menjadi penggerak ekonomi
masyarakat di sekitar pesantren.

“ACT bersama Global Wakaf membantu
menyediakan lahan usaha. Semoga dengan kerja sama bersama Global Wakaf di
bidang wakaf produktif ini, perlahan-lahan dapat membangkitkan ekonomi umat,”
tambah dia.

Baca Juga :  PIDI 4.0 Bukti Nyata Upaya Indonesia Bertansformasi

Direktur Global Wakaf, Syahru Ariansyah pun setuju bahwa Ritel
Wakaf dapat menjadi solusi permasalahan ekonomi masyarakat. Sebab, peran dari
Ritel Wakaf itu adalah untuk memberdayakan warung-warung tradisional.

“Melalui pesantren Dea Malela yang akan melanjutkan sistem pemberdayaan
ekonomi bagi masyarakat, kita berlomba-lomba dalam kebaikan, fastabiqul
khairat. Sistem ini akan dilanjutkan oleh para santri. Adik-adik kita harus
jadi leader. Grand desain untuk memberdayakan ekonomi umat,” jelas Rian.

Ritel Wakaf Dea Malela menjadi Ritel Wakaf pertama di Sumbawa.
Berbeda dari ritel kelontong modern lainnya, modal utama Ritel Wakaf adalah
wakaf tunai dari para wakif (penyumbang).

Ritel wakaf ini merupakan pengelolaan aset tanah wakaf dengan
wakaf tunai sehingga menjadi produk wakaf produktif.

Baca Juga :  Gara-gara Cemburu, Suami Masukkan Ulekan Cabai ke Kemaluan Istri Siri

“Maka kita harus mengucapkan terima kasih kepada wakif yang
berkontribusi. Harus sabar, harus telaten, sekarang kami, nanti dilanjutkan
para santri. Yang kami bicarakan sistem. Inilah kenapa wakaf produktif
dilahirkan Islam,” kata Rian.

Ritel Wakaf bukan hanya mengejar profit, namun juga mencari
manfaat yang dihasilkan, seperti banyaknya tenaga kerja dan produk-produk yang
dimobilisasi.

“Kalau program ini baik, banyak lagi program yang bisa kita
lakukan, seperti beasiswa di pesantren Dea Malela, beasiswa untuk warga
sekitar, program kesehatan dan banyak hal. Kami ingin sekali wakaf produktif
ini berfungsi sebagai solusi,” tutup Rian.(jpc)

 

Global Wakaf-ACT saat ini tengah berusaha mengurangi tingkat
kemiskinan yang ada di beberapa wilayah Indonesia, termasuk Sumbawa, Nusa
Tenggara Barat (NTB). Hal yang dilakukan adalah dengan membuat program bantuan
yang berkelanjutan, yaitu Ritel Wakaf.

Pasalnya, masih banyak yang berpikir bahwa bantuan sekali terima
akan menyelesaikan masalah kemiskinan, padahal tidak. Seharusnya terdapat
program yang lebih serius dan sistemik untuk membantu memutuskan rantai
kemiskinan masyarakat.

“Kita harus memberi sedekah kerja yang sifatnya berkelanjutan,
bukan hanya memberi bantuan pangan di hari itu,” ucap Presiden Global Wakaf
Insan Nurrohman dalam keterangan tertulis, Jakarta, Senin (04/11).

Sedekah kerja yang di maksud merupakan sebuah lapangan
pekerjaan. Nantinya, diharapkan Ritel Wakaf dapat menjadi penggerak ekonomi
masyarakat di sekitar pesantren.

“ACT bersama Global Wakaf membantu
menyediakan lahan usaha. Semoga dengan kerja sama bersama Global Wakaf di
bidang wakaf produktif ini, perlahan-lahan dapat membangkitkan ekonomi umat,”
tambah dia.

Baca Juga :  Empat Nomenklatur Kementerian dan Lembaga Ini Berubah

Direktur Global Wakaf, Syahru Ariansyah pun setuju bahwa Ritel
Wakaf dapat menjadi solusi permasalahan ekonomi masyarakat. Sebab, peran dari
Ritel Wakaf itu adalah untuk memberdayakan warung-warung tradisional.

“Melalui pesantren Dea Malela yang akan melanjutkan sistem pemberdayaan
ekonomi bagi masyarakat, kita berlomba-lomba dalam kebaikan, fastabiqul
khairat. Sistem ini akan dilanjutkan oleh para santri. Adik-adik kita harus
jadi leader. Grand desain untuk memberdayakan ekonomi umat,” jelas Rian.

Ritel Wakaf Dea Malela menjadi Ritel Wakaf pertama di Sumbawa.
Berbeda dari ritel kelontong modern lainnya, modal utama Ritel Wakaf adalah
wakaf tunai dari para wakif (penyumbang).

Ritel wakaf ini merupakan pengelolaan aset tanah wakaf dengan
wakaf tunai sehingga menjadi produk wakaf produktif.

Baca Juga :  PIDI 4.0 Bukti Nyata Upaya Indonesia Bertansformasi

“Maka kita harus mengucapkan terima kasih kepada wakif yang
berkontribusi. Harus sabar, harus telaten, sekarang kami, nanti dilanjutkan
para santri. Yang kami bicarakan sistem. Inilah kenapa wakaf produktif
dilahirkan Islam,” kata Rian.

Ritel Wakaf bukan hanya mengejar profit, namun juga mencari
manfaat yang dihasilkan, seperti banyaknya tenaga kerja dan produk-produk yang
dimobilisasi.

“Kalau program ini baik, banyak lagi program yang bisa kita
lakukan, seperti beasiswa di pesantren Dea Malela, beasiswa untuk warga
sekitar, program kesehatan dan banyak hal. Kami ingin sekali wakaf produktif
ini berfungsi sebagai solusi,” tutup Rian.(jpc)

 

Most Read

Artikel Terbaru

/