alexametrics
23.1 C
Palangkaraya
Wednesday, August 17, 2022

Virus Korona Mewabah di Korsel, Giliran LG Sementara Tutup Pabrik

Virus Korona jenis baru atau COVID-19 semakin
mewabah di Korea Selatan (Korsel). Sama seperti di Tiongkok, sejumlah aktivitas
masyarakat sampai kegiatan bisnis juga mulai diperketat seiring dengan upaya
pencegahan wabah tersebut. Usai Samsung sempat dikabarkan menutup sementara
pabriknya di sana gegara virus Korona, kali ini giliran LG.

Dikutip JawaPos.com dari PhoneArena, Minggu
(1/3), firma riset Joongang Ilbo yang dekat dengan bisnis layar LG di Korsel,
mengabarkan perusahaan tersebut berencana menutup sementara pabrik layarnya
sebagai upaya pencegahan virus Korona agar tak menjangkiti para pekerjanya.

Salah satu raksasa elektronik Korsel itu
menutup pabrik modul display yang berlokasi di Gumi, Korea Selatan, karena
kasus virus Korona dikonfirmasi menjangkiti seorang karyawan bank yang
berlokasi dekat dengan pabrik LG. Virus itu sendiri tidak mempengaruhi pabrik,
tetapi LG menutupnya selama tiga hari untuk memprioritaskan kesehatan para
pekerjanya.

Baca Juga :  Digitalisasi, Senjata Utama BRI Hadapi Tantangan Bisnis

Fokus utama pabrik adalah pada produksi layar
LCD berbasis TFT, namun suspensi kerja singkat tampaknya tidak mempengaruhi
pelepasan atau produksi perangkat apa pun sejauh ini. Menurut laporan itu, LG
akan melanjutkan operasi normal pada Selasa (3/3). Tentu saja jika situasinya
tidak bertambah buruk dalam beberapa hari mendatang.

Selain penutupan pabrik, LG dilaporkan
mengambil sejumlah langkah tambahan untuk keselamatan karyawan. Itu termasuk
menyediakan pembersih dan masker serta memasang kamera inframerah di
fasilitasnya untuk memerangi wabah yang menyebar cepat.

Korsel merupakan negara kedua setelah Tiongkok
yang melaporkan banyak kasus positif virus Korona. Hingga Minggu (1/3),
sebanyak 3,526 orang di Korsel positif terkena virus Korona dengan jumlah
meninggal mencapai 18 orang.

Baca Juga :  Ketum PP Muhammadiyah: Pancasila Lebih Butuh Amal Nyata, Bukan Hanya J

LG hanyalah perusahaan lain yang bergabung
dengan kereta OEM yang terpengaruh oleh masalah virus korona. Pemain utama
seperti Apple dan Samsung menderita keterlambatan dalam produksi karena masalah
kesehatan karyawan.

Ada perusahaan yang bahkan menunda pembaruan
karena berkurangnya pekerja. Sementara itu, di industri lain semisal otomotif
di Korea, Hyundai juga dikabarkan menutup pabriknya di sana dalam upaya
pencegahan virus Korona semakin meluas lantaran didapati ada pekerjanya yang
terjangkit virus asal Wuhan tersebut.(jpc)

 

Virus Korona jenis baru atau COVID-19 semakin
mewabah di Korea Selatan (Korsel). Sama seperti di Tiongkok, sejumlah aktivitas
masyarakat sampai kegiatan bisnis juga mulai diperketat seiring dengan upaya
pencegahan wabah tersebut. Usai Samsung sempat dikabarkan menutup sementara
pabriknya di sana gegara virus Korona, kali ini giliran LG.

Dikutip JawaPos.com dari PhoneArena, Minggu
(1/3), firma riset Joongang Ilbo yang dekat dengan bisnis layar LG di Korsel,
mengabarkan perusahaan tersebut berencana menutup sementara pabrik layarnya
sebagai upaya pencegahan virus Korona agar tak menjangkiti para pekerjanya.

Salah satu raksasa elektronik Korsel itu
menutup pabrik modul display yang berlokasi di Gumi, Korea Selatan, karena
kasus virus Korona dikonfirmasi menjangkiti seorang karyawan bank yang
berlokasi dekat dengan pabrik LG. Virus itu sendiri tidak mempengaruhi pabrik,
tetapi LG menutupnya selama tiga hari untuk memprioritaskan kesehatan para
pekerjanya.

Baca Juga :  12 Provinsi Perbatasan Bakal Dapat Prioritas saat RTR-KPN dengan Laut

Fokus utama pabrik adalah pada produksi layar
LCD berbasis TFT, namun suspensi kerja singkat tampaknya tidak mempengaruhi
pelepasan atau produksi perangkat apa pun sejauh ini. Menurut laporan itu, LG
akan melanjutkan operasi normal pada Selasa (3/3). Tentu saja jika situasinya
tidak bertambah buruk dalam beberapa hari mendatang.

Selain penutupan pabrik, LG dilaporkan
mengambil sejumlah langkah tambahan untuk keselamatan karyawan. Itu termasuk
menyediakan pembersih dan masker serta memasang kamera inframerah di
fasilitasnya untuk memerangi wabah yang menyebar cepat.

Korsel merupakan negara kedua setelah Tiongkok
yang melaporkan banyak kasus positif virus Korona. Hingga Minggu (1/3),
sebanyak 3,526 orang di Korsel positif terkena virus Korona dengan jumlah
meninggal mencapai 18 orang.

Baca Juga :  Kemenag Pastikan Tidak Akan Terbitkan Surat Halal Vaksin AstraZeneca

LG hanyalah perusahaan lain yang bergabung
dengan kereta OEM yang terpengaruh oleh masalah virus korona. Pemain utama
seperti Apple dan Samsung menderita keterlambatan dalam produksi karena masalah
kesehatan karyawan.

Ada perusahaan yang bahkan menunda pembaruan
karena berkurangnya pekerja. Sementara itu, di industri lain semisal otomotif
di Korea, Hyundai juga dikabarkan menutup pabriknya di sana dalam upaya
pencegahan virus Korona semakin meluas lantaran didapati ada pekerjanya yang
terjangkit virus asal Wuhan tersebut.(jpc)

 

Most Read

Artikel Terbaru

/