Warga Mengeluh! Sampai Kapan Antrean SPBU di Lamandau Berakhir?

NANGA BULIK, PROKALTENG.CO — Antrean kendaraan di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) wilayah Kabupaten Lamandau kembali memanjang di sepanjang jalan lintas Trans Kalimantan, Rabu (9/9/2026).

Berdasarkan pantauan di lapangan, terlihat lebih dari 50 unit mobil mengular menunggu giliran pengisian BBM. Tak hanya kendaraan roda empat, penumpukan kendaraan roda dua juga tampak memadati bagian depan SPBU.

Salah seorang warga yang ikut mengantre, Apri, mengeluhkan kondisi tersebut. Ia mengaku selalu harus meluangkan waktu ekstra hanya untuk mendapatkan bahan bakar di SPBU.

“Sampai kapan antrean SPBU di wilayah Kabupaten Lamandau ini berakhir? Selalu ngantri dan ngantri,” ungkap Apri dengan nada kecewa saat ditemui di lokasi.

Baca Juga :  Warga Mengadu! Penggalian Pipa di Jalan Walter Condrat Mengganggu Kenyamanan Pengguna Jalan

Di sisi lain, harga BBM di tingkat pengecer atau eceran saat ini masih terbilang tinggi, yakni berkisar antara Rp15.000 hingga Rp18.000 per liter. Hal inilah yang memaksa warga tetap bertahan di tengah antrean panjang SPBU.

“Mending kami beli di SPBU dengan harga standar daripada beli di pengecer harganya masih mahal,” tambah Apri.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pengelola SPBU maupun instansi terkait mengenai penyebab pasti terjadinya penumpukan dan antrean panjang kendaraan tersebut. (bib)

NANGA BULIK, PROKALTENG.CO — Antrean kendaraan di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) wilayah Kabupaten Lamandau kembali memanjang di sepanjang jalan lintas Trans Kalimantan, Rabu (9/9/2026).

Berdasarkan pantauan di lapangan, terlihat lebih dari 50 unit mobil mengular menunggu giliran pengisian BBM. Tak hanya kendaraan roda empat, penumpukan kendaraan roda dua juga tampak memadati bagian depan SPBU.

Salah seorang warga yang ikut mengantre, Apri, mengeluhkan kondisi tersebut. Ia mengaku selalu harus meluangkan waktu ekstra hanya untuk mendapatkan bahan bakar di SPBU.

Electronic money exchangers listing

“Sampai kapan antrean SPBU di wilayah Kabupaten Lamandau ini berakhir? Selalu ngantri dan ngantri,” ungkap Apri dengan nada kecewa saat ditemui di lokasi.

Baca Juga :  Warga Mengadu! Penggalian Pipa di Jalan Walter Condrat Mengganggu Kenyamanan Pengguna Jalan

Di sisi lain, harga BBM di tingkat pengecer atau eceran saat ini masih terbilang tinggi, yakni berkisar antara Rp15.000 hingga Rp18.000 per liter. Hal inilah yang memaksa warga tetap bertahan di tengah antrean panjang SPBU.

“Mending kami beli di SPBU dengan harga standar daripada beli di pengecer harganya masih mahal,” tambah Apri.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pengelola SPBU maupun instansi terkait mengenai penyebab pasti terjadinya penumpukan dan antrean panjang kendaraan tersebut. (bib)

Terpopuler

Artikel Terbaru