Gubernur: Upaya Pencegahan Covid-19 Harus Tegas

PANGKALAN BUN – Gubernur Kalimantan Tengah Sugianto Sabran
mengatakan, saat ini jumlah kasus positif Covid-19 di Provinsi Kalimantan
Tengah terus mengalami peningkatan, terutama di beberapa daerah seperti
Palangka Raya, Kapuas, Kotawaringin Barat dan Kotawaringin Timur. Bahkan hingga
Jumat (5/6/2020), Kalteng berada di posisi ke-13 dari 34 provinsi se Indonesia
dengan kasus Corona tertinggi.

Untuk itu diperlukan upaya antisipasi dan pencegahan yang
masif oleh semua pihak. Namun dari berbagai pihak yang terlibat dalam
antisipasi dan pencegahan tersebut, kesadaran masyarakat lah yang paling
penting.

“Salah satu penyebab terus meningkatnya jumlah positif
Covid-19 ini, karena kesadaran dan disiplin masyarakat kita yang masih rendah
dalam menerapkan prokokol kesehatan. Karena sesungguhnya, garda terdepan
pencegahan Covid-19 ini adalah masyarakat, dan tenaga medis itu justru garda
terakhir,” sebut gubernur ketika menghadiri kegiatan rapid test massal di
Pangkalan Bun, Sabtu (6/6/2020).

Baca Juga :  Meriahkan HUT ke-45 Pemko dan Hari Jadi ke-62 Adakan Lomba Senam Famir

Ditegaskannya, berbagai peraturan atau protokol yang
dikeluarkan pemerintah dalam pencegahan Covid-19, bukan bermaksud menzalimi
atau menyusahkan masyarakat. Tetapi sebaliknya, guna melindungi masyarakat dari
wabah Coronavirus Desease 2019 atau Covid-19 menular lebih banyak dan meluas.

Dia menyontohkan, anjuran untuk menggunakan masker dan
mencuci tangan serta menjaga jarak, yang hingga kini masih banyak diabaikan
dengan berbagai alasan.

Untuk itu, gubernur meminta jajaran terkait, khususnya
pihak Polri dan TNI agar bisa bertindak tegas terhadap masyarakat yang secara
sengaja mengabaikan protokol kesehatan. Karena menurutnya, terkadang memang
harus diperlukan ketegasan dari pemerintah dan aparat terkait guna menegakkan
aturan untuk mendisiplinkan masyarakat.

“Saya kira tidak masalah seandainya kita memberi
sanksi dua atau tiga orang dengan tindakan tegas. Tidak perlu ada tawar
menawar, demi melindungi ratusan bahkan ribuan masyarakat yang lebih banyak
dari tertular Covid-19 ini,” tegas gubernur.

Electronic money exchangers listing
Baca Juga :  SKY Minta Pemkot Persiapkan Posko PSBB Dengan Matang

Terkait dengan rapid test massal yang dilaksanakan, lanjut
gubernur, adalah salah satu upaya tracking atau pelacakan secara dini dan
cepat. Sehingga jika diperoleh hasil rapid test reaktif, bisa segera dilakukan
upaya lanjutan sesuai protokol penanganan Covid-19.

Kegiatan rapid test massal di Kabupaten Kotawaringin Barat
dilakukan di tiga lokasi, yakni Pasar Indra Sari Kecamatan Arut Selatan, Pasar
Kumai Kecamatan Kumai dan Pasar Karang Mulya Kecamatan Pangkalan Banteng.
Ditargetkan sedikitnya 1.100 orang yang bisa menjalani rapid test gratis
tersebut.

Pantauan kaltengpos.co, kegiatan rapid test massal di
kawasan Pasar Indra Sari Pangkalan Bun juga dihadiri Anggota DPR RI, H Agustiar
Sabran, Kapolda Kalteng Irjen Pol Dedi Prasetyo, Danrem 102/Pjg Brigjend TNI
Purwo Sudaryanto, Kajati Kalteng, Mukri, Bupati Kobar Hj Nurhidayah, serta
sejumlah pejabat lainnya.

PANGKALAN BUN – Gubernur Kalimantan Tengah Sugianto Sabran
mengatakan, saat ini jumlah kasus positif Covid-19 di Provinsi Kalimantan
Tengah terus mengalami peningkatan, terutama di beberapa daerah seperti
Palangka Raya, Kapuas, Kotawaringin Barat dan Kotawaringin Timur. Bahkan hingga
Jumat (5/6/2020), Kalteng berada di posisi ke-13 dari 34 provinsi se Indonesia
dengan kasus Corona tertinggi.

Untuk itu diperlukan upaya antisipasi dan pencegahan yang
masif oleh semua pihak. Namun dari berbagai pihak yang terlibat dalam
antisipasi dan pencegahan tersebut, kesadaran masyarakat lah yang paling
penting.

“Salah satu penyebab terus meningkatnya jumlah positif
Covid-19 ini, karena kesadaran dan disiplin masyarakat kita yang masih rendah
dalam menerapkan prokokol kesehatan. Karena sesungguhnya, garda terdepan
pencegahan Covid-19 ini adalah masyarakat, dan tenaga medis itu justru garda
terakhir,” sebut gubernur ketika menghadiri kegiatan rapid test massal di
Pangkalan Bun, Sabtu (6/6/2020).

Electronic money exchangers listing
Baca Juga :  Meriahkan HUT ke-45 Pemko dan Hari Jadi ke-62 Adakan Lomba Senam Famir

Ditegaskannya, berbagai peraturan atau protokol yang
dikeluarkan pemerintah dalam pencegahan Covid-19, bukan bermaksud menzalimi
atau menyusahkan masyarakat. Tetapi sebaliknya, guna melindungi masyarakat dari
wabah Coronavirus Desease 2019 atau Covid-19 menular lebih banyak dan meluas.

Dia menyontohkan, anjuran untuk menggunakan masker dan
mencuci tangan serta menjaga jarak, yang hingga kini masih banyak diabaikan
dengan berbagai alasan.

Untuk itu, gubernur meminta jajaran terkait, khususnya
pihak Polri dan TNI agar bisa bertindak tegas terhadap masyarakat yang secara
sengaja mengabaikan protokol kesehatan. Karena menurutnya, terkadang memang
harus diperlukan ketegasan dari pemerintah dan aparat terkait guna menegakkan
aturan untuk mendisiplinkan masyarakat.

“Saya kira tidak masalah seandainya kita memberi
sanksi dua atau tiga orang dengan tindakan tegas. Tidak perlu ada tawar
menawar, demi melindungi ratusan bahkan ribuan masyarakat yang lebih banyak
dari tertular Covid-19 ini,” tegas gubernur.

Baca Juga :  SKY Minta Pemkot Persiapkan Posko PSBB Dengan Matang

Terkait dengan rapid test massal yang dilaksanakan, lanjut
gubernur, adalah salah satu upaya tracking atau pelacakan secara dini dan
cepat. Sehingga jika diperoleh hasil rapid test reaktif, bisa segera dilakukan
upaya lanjutan sesuai protokol penanganan Covid-19.

Kegiatan rapid test massal di Kabupaten Kotawaringin Barat
dilakukan di tiga lokasi, yakni Pasar Indra Sari Kecamatan Arut Selatan, Pasar
Kumai Kecamatan Kumai dan Pasar Karang Mulya Kecamatan Pangkalan Banteng.
Ditargetkan sedikitnya 1.100 orang yang bisa menjalani rapid test gratis
tersebut.

Pantauan kaltengpos.co, kegiatan rapid test massal di
kawasan Pasar Indra Sari Pangkalan Bun juga dihadiri Anggota DPR RI, H Agustiar
Sabran, Kapolda Kalteng Irjen Pol Dedi Prasetyo, Danrem 102/Pjg Brigjend TNI
Purwo Sudaryanto, Kajati Kalteng, Mukri, Bupati Kobar Hj Nurhidayah, serta
sejumlah pejabat lainnya.

Terpopuler

Artikel Terbaru