Seperti diberitakan sebelumnya, Supiat terperangkap dalam jaringan sindikat penipuan daring (online scam) di Kamboja dan Thailand akibat tergiur tawaran pekerjaan nonprosedural.
Awalnya, pemuda berusia 21 tahun itu dijanjikan pekerjaan di sebuah perkebunan dengan iming-iming gaji fantastis, yakni sekitar Rp9 juta hingga Rp10 juta per bulan, dengan seluruh biaya keberangkatan ditanggung oleh perekrut.
Namun, janji manis itu berujung petaka. Setibanya di Thailand, ia justru dibawa ke perusahaan penipuan (scam). Meski tidak disekap atau disiksa, ia kerap mendapat hukuman fisik berupa mengangkat barang berat apabila tidak mencapai target perusahaan.
Kasus ini terungkap dan memicu langkah penyelamatan setelah Supiat, yang putus asa dan terbentur masalah ekonomi keluarga, mengirimkan video permintaan tolong ke salah satu media di Kalteng hingga akhirnya viral.
Berkat sinergi cepat dari Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Kalteng, Badan Pelayanan Perlindungan Pekerja Migran (BP3M) Kalimantan Selatan, Kementerian Luar Negeri, hingga Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI), Supiat akhirnya berhasil dievakuasi dan kini bersiap untuk kembali ke pangkuan keluarganya di Barsel. (her)
Seperti diberitakan sebelumnya, Supiat terperangkap dalam jaringan sindikat penipuan daring (online scam) di Kamboja dan Thailand akibat tergiur tawaran pekerjaan nonprosedural.
Awalnya, pemuda berusia 21 tahun itu dijanjikan pekerjaan di sebuah perkebunan dengan iming-iming gaji fantastis, yakni sekitar Rp9 juta hingga Rp10 juta per bulan, dengan seluruh biaya keberangkatan ditanggung oleh perekrut.
Namun, janji manis itu berujung petaka. Setibanya di Thailand, ia justru dibawa ke perusahaan penipuan (scam). Meski tidak disekap atau disiksa, ia kerap mendapat hukuman fisik berupa mengangkat barang berat apabila tidak mencapai target perusahaan.
Kasus ini terungkap dan memicu langkah penyelamatan setelah Supiat, yang putus asa dan terbentur masalah ekonomi keluarga, mengirimkan video permintaan tolong ke salah satu media di Kalteng hingga akhirnya viral.
Berkat sinergi cepat dari Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Kalteng, Badan Pelayanan Perlindungan Pekerja Migran (BP3M) Kalimantan Selatan, Kementerian Luar Negeri, hingga Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI), Supiat akhirnya berhasil dievakuasi dan kini bersiap untuk kembali ke pangkuan keluarganya di Barsel. (her)