Soal Penundaan PTM Terbatas di Palangka Raya, Begini Kata Dewan

PALANGKA RAYA,PROKALTENG.CO- Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Terbatas Tahun Pelajaran 2021/2022 mengalami beberapa kali penundaan. Ya, terhitung sejak tanggal 12 Juli lalu hingga tanggal 20  September 2021 mendatang. Hal tersebut karena perlu melihat situasi Kota Palangka Raya yang masih menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4.

Dengan demikian, penerapan belajar secara daring tetap diterapkan agar peserta didik tidak ketinggalan pembelajaran. Namun demikian, dengan ditundanya PTM, Wakil Ketua I Komisi C DPRD Kota Palangka Raya, M Hasan Busyairi menyoroti penundaan PTM Terbatas tersebut.

Dia turut berempati terhadap keinginan siswa untuk belajar secara tatap muka . Namun dengan melihat status PPKM Level 4 di Kota Palangka Raya yang belum turun dari level tersebut, maka dia mengimbau agar bersabar dengan kondisi saat ini.

Baca Juga :  Operasi Pasar, Neni Minta Masyarakat untuk Begini

“Saat ini pemerintah terus berupaya untuk meredam laju penyebaran Covid-19, oleh karena itu mohon bersabar agar penanganan Covid-19 yang diupayakan pemerintah lebih maksimal,” kata Hasan, Kamis (9/9/2021).

Legislator dari fraksi Golongan Karya DPRD Kota Palangka Raya ini, menilai upaya penanganan Covid-19 oleh pemerintah setempat ini terlihat hasilnya. Hal itu terlihat dari jumlah kasus penyebaran dapat ditekan. Dengan adannya trend positif ini, ia mengingatkan agar terus menjaga diri dengan menerapkan protokol kesehatan Covid-19. Sehingga penyebaran virus tersebut bisa dikendalikan.

"Untuk hal ini, PTM belum bisa dilaksanakan. Tapi persiapan dan segala sesuatunya sudah dipersiapkan dengan baik.  Hanya menunggu hasil kondisi di lapangan, dan status PPKM level 4 ini turun.  Tetap semangat, Insya Allah kita berharap dalam waktu dekat segera akan diadakan PTM,” pungkasnya.

Baca Juga :  PPKM Turun ke Level 2, Ini Permintaan Pimpinan DPRD Palangka Raya

PALANGKA RAYA,PROKALTENG.CO- Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Terbatas Tahun Pelajaran 2021/2022 mengalami beberapa kali penundaan. Ya, terhitung sejak tanggal 12 Juli lalu hingga tanggal 20  September 2021 mendatang. Hal tersebut karena perlu melihat situasi Kota Palangka Raya yang masih menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4.

Dengan demikian, penerapan belajar secara daring tetap diterapkan agar peserta didik tidak ketinggalan pembelajaran. Namun demikian, dengan ditundanya PTM, Wakil Ketua I Komisi C DPRD Kota Palangka Raya, M Hasan Busyairi menyoroti penundaan PTM Terbatas tersebut.

Dia turut berempati terhadap keinginan siswa untuk belajar secara tatap muka . Namun dengan melihat status PPKM Level 4 di Kota Palangka Raya yang belum turun dari level tersebut, maka dia mengimbau agar bersabar dengan kondisi saat ini.

Electronic money exchangers listing
Baca Juga :  Operasi Pasar, Neni Minta Masyarakat untuk Begini

“Saat ini pemerintah terus berupaya untuk meredam laju penyebaran Covid-19, oleh karena itu mohon bersabar agar penanganan Covid-19 yang diupayakan pemerintah lebih maksimal,” kata Hasan, Kamis (9/9/2021).

Legislator dari fraksi Golongan Karya DPRD Kota Palangka Raya ini, menilai upaya penanganan Covid-19 oleh pemerintah setempat ini terlihat hasilnya. Hal itu terlihat dari jumlah kasus penyebaran dapat ditekan. Dengan adannya trend positif ini, ia mengingatkan agar terus menjaga diri dengan menerapkan protokol kesehatan Covid-19. Sehingga penyebaran virus tersebut bisa dikendalikan.

"Untuk hal ini, PTM belum bisa dilaksanakan. Tapi persiapan dan segala sesuatunya sudah dipersiapkan dengan baik.  Hanya menunggu hasil kondisi di lapangan, dan status PPKM level 4 ini turun.  Tetap semangat, Insya Allah kita berharap dalam waktu dekat segera akan diadakan PTM,” pungkasnya.

Baca Juga :  PPKM Turun ke Level 2, Ini Permintaan Pimpinan DPRD Palangka Raya

Terpopuler

Artikel Terbaru