Dukung Polri Memberantas Peredaran Narkoba, Masyarakatpun Harus Ikut Berperan Aktif

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Gugurnya tiga anggota Polri saat operasi penggerebekan bandar narkoba di Desa Tumbang Kalemei, Kabupaten Katingan. Menjadi duka mendalam sekaligus pengingat ancaman peredaran narkotika di Kalimantan Tengah masih sangat serius.

Kejadian inj dinilai harus menjadi momentum memperkuat komitmen bersama dalam memberantas jaringan narkoba hingga ke akar-akarnya.

Anggota Komisi II DPRD Kota Palangka Raya, Khemal Nasery, menyampaikan belasungkawa atas gugurnya tiga personel Polri yang bertugas memberantas peredaran narkoba.

“Secara pribadi saya turut berbelasungkawa atas gugurnya tiga anggota Polri dalam penggerebekan bandar narkoba. Kita ikut berduka cita sedalam-dalamnya dan memberikan dukungan penuh kepada Polri dalam rangka memberantas peredaran narkoba sampai ke akar-akarnya,” ucapnya pada Selasa (7/7/2026).

Menurut Khemal, peredaran narkoba saat berkembang semakin masif dan tidak hanya menjadi persoalan di daerah tertentu, tetapi juga mengancam Kota Palangka Raya. Karena itu, pemberantasan harus dilakukan secara menyeluruh tanpa hanya berfokus pada wilayah-wilayah tertentu.

Ia menegaskan aparat penegak hukum perlu memberikan tindakan tegas kepada seluruh pihak yang terlibat dalam jaringan narkotika agar menimbulkan efek jera.

Baca Juga :  Nilai-Nilai Kepramukaan Menjadikan Kaum Muda yang Tangguh dan Mandiri

“Siapa pun yang terlibat harus ditindak tegas supaya ada efek jera. Kami mendukung penuh upaya kepolisian dalam pemberantasan narkotika,” katanya.

Electronic money exchangers listing

Selain mengandalkan aparat. Khemal melihat keberhasilan memerangi narkoba juga membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat. Ia meminta seluruh elemen, mulai dari camat, lurah, ketua RT/RW hingga warga, ikut mengawasi lingkungan masing-masing agar peredaran narkoba tidak mendapat ruang.

Dia mengimbau masyarakat segera melaporkan kepada aparat apabila menemukan indikasi transaksi maupun penyalahgunaan narkoba di lingkungan sekitar.

“Kita minta peran serta masyarakat untuk sama-sama memantau wilayahnya. Jangan biarkan narkoba beredar bebas di daerah kita karena akan menghancurkan generasi,” tegasnya.

Dikatakannya, persoalan narkoba juga menjadi salah satu aspirasi yang banyak disampaikan masyarakat dalam kegiatan reses dan terus menjadi perhatian Komisi II DPRD Kota Palangka Raya.

Saat ditanya, apakah keterbatasan akses ekonomi dan lapangan kerja di daerah terpencil menjadi penyebab masyarakat mudah dimanfaatkan jaringan narkoba, Khemal menilai kondisi tersebut tidak dapat dijadikan alasan untuk terlibat dalam peredaran narkotika.

Baca Juga :  Tingkatkan Fasilitas Tempat Wisata, Permudah Proses Perizinan

“Kalau masalah lapangan kerja atau ekonomi itu tidak bisa dijadikan alasan. Yang terjadi lebih karena ingin mendapatkan uang secara instan dan salah pergaulan,” ujarnya.

Ia menegaskan. Bandar narkoba harus dihukum seberat-beratnya karena menjadi pihak yang paling banyak merusak kehidupan masyarakat. Sementara para pengguna harus mendapat penanganan yang tepat, termasuk rehabilitasi bagi mereka yang ingin lepas dari ketergantungan.

Khemal juga mengingatkan para orang tua agar lebih memperhatikan perubahan perilaku anak-anak dan mengawasi pergaulan mereka agar tidak terjerumus dalam penyalahgunaan narkotika.

“Kalau memang ada gejala anak sudah terpapar narkotika, jangan ragu melaporkan untuk segera direhabilitasi agar cepat ditangani. Jangan dibiarkan,” katanya.

Khemal turut memberikan pesan kepada para penyalahguna narkoba yang ingin pulih, agar berani memutus hubungan dengan lingkungan pergaulan lama yang menjadi sumber pengaruh buruk.

“Kalau sudah bertekad ingin sembuh, putus hubungan dengan teman-teman sesama pengguna. Narkoba tidak memberikan manfaat apa pun, yang ada hanya kehancuran masa depan,” tandasnya. (jef)

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Gugurnya tiga anggota Polri saat operasi penggerebekan bandar narkoba di Desa Tumbang Kalemei, Kabupaten Katingan. Menjadi duka mendalam sekaligus pengingat ancaman peredaran narkotika di Kalimantan Tengah masih sangat serius.

Kejadian inj dinilai harus menjadi momentum memperkuat komitmen bersama dalam memberantas jaringan narkoba hingga ke akar-akarnya.

Anggota Komisi II DPRD Kota Palangka Raya, Khemal Nasery, menyampaikan belasungkawa atas gugurnya tiga personel Polri yang bertugas memberantas peredaran narkoba.

Electronic money exchangers listing

“Secara pribadi saya turut berbelasungkawa atas gugurnya tiga anggota Polri dalam penggerebekan bandar narkoba. Kita ikut berduka cita sedalam-dalamnya dan memberikan dukungan penuh kepada Polri dalam rangka memberantas peredaran narkoba sampai ke akar-akarnya,” ucapnya pada Selasa (7/7/2026).

Menurut Khemal, peredaran narkoba saat berkembang semakin masif dan tidak hanya menjadi persoalan di daerah tertentu, tetapi juga mengancam Kota Palangka Raya. Karena itu, pemberantasan harus dilakukan secara menyeluruh tanpa hanya berfokus pada wilayah-wilayah tertentu.

Ia menegaskan aparat penegak hukum perlu memberikan tindakan tegas kepada seluruh pihak yang terlibat dalam jaringan narkotika agar menimbulkan efek jera.

Baca Juga :  Nilai-Nilai Kepramukaan Menjadikan Kaum Muda yang Tangguh dan Mandiri

“Siapa pun yang terlibat harus ditindak tegas supaya ada efek jera. Kami mendukung penuh upaya kepolisian dalam pemberantasan narkotika,” katanya.

Selain mengandalkan aparat. Khemal melihat keberhasilan memerangi narkoba juga membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat. Ia meminta seluruh elemen, mulai dari camat, lurah, ketua RT/RW hingga warga, ikut mengawasi lingkungan masing-masing agar peredaran narkoba tidak mendapat ruang.

Dia mengimbau masyarakat segera melaporkan kepada aparat apabila menemukan indikasi transaksi maupun penyalahgunaan narkoba di lingkungan sekitar.

“Kita minta peran serta masyarakat untuk sama-sama memantau wilayahnya. Jangan biarkan narkoba beredar bebas di daerah kita karena akan menghancurkan generasi,” tegasnya.

Dikatakannya, persoalan narkoba juga menjadi salah satu aspirasi yang banyak disampaikan masyarakat dalam kegiatan reses dan terus menjadi perhatian Komisi II DPRD Kota Palangka Raya.

Saat ditanya, apakah keterbatasan akses ekonomi dan lapangan kerja di daerah terpencil menjadi penyebab masyarakat mudah dimanfaatkan jaringan narkoba, Khemal menilai kondisi tersebut tidak dapat dijadikan alasan untuk terlibat dalam peredaran narkotika.

Baca Juga :  Tingkatkan Fasilitas Tempat Wisata, Permudah Proses Perizinan

“Kalau masalah lapangan kerja atau ekonomi itu tidak bisa dijadikan alasan. Yang terjadi lebih karena ingin mendapatkan uang secara instan dan salah pergaulan,” ujarnya.

Ia menegaskan. Bandar narkoba harus dihukum seberat-beratnya karena menjadi pihak yang paling banyak merusak kehidupan masyarakat. Sementara para pengguna harus mendapat penanganan yang tepat, termasuk rehabilitasi bagi mereka yang ingin lepas dari ketergantungan.

Khemal juga mengingatkan para orang tua agar lebih memperhatikan perubahan perilaku anak-anak dan mengawasi pergaulan mereka agar tidak terjerumus dalam penyalahgunaan narkotika.

“Kalau memang ada gejala anak sudah terpapar narkotika, jangan ragu melaporkan untuk segera direhabilitasi agar cepat ditangani. Jangan dibiarkan,” katanya.

Khemal turut memberikan pesan kepada para penyalahguna narkoba yang ingin pulih, agar berani memutus hubungan dengan lingkungan pergaulan lama yang menjadi sumber pengaruh buruk.

“Kalau sudah bertekad ingin sembuh, putus hubungan dengan teman-teman sesama pengguna. Narkoba tidak memberikan manfaat apa pun, yang ada hanya kehancuran masa depan,” tandasnya. (jef)

Terpopuler

Artikel Terbaru

Sup Krim Jamur Creamy yang Praktis

Samgyetang Slow Cooker

Resep Sate Taichan

Nasi Goreng Bawang Putih