PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Kebakaran pemukiman di Kota Palangka Raya masih menjadi perhatian. Terutama dengan korsleting listrik yang disebut menjadi salah satu penyebab dominan kejadian kebakaran.
Menanggapi kondisi tersebut, Anggota Komisi III DPRD Kota Palangka Raya, Arif M. Norkim. Mendorong masyarakat untuk lebih memperhatikan kondisi instalasi listrik di rumah masing-masing.
“Hal ini dinilai penting mengingat penggunaan perangkat elektronik rumah tangga terus meningkat. Sementara instalasi listrik yang sudah berusia lama dapat meningkatkan risiko terjadinya korsleting apabila tidak dilakukan pemeriksaan maupun pembaruan,” ujarnya pada Sabtu (3/10/2026).
Sebelumnya, Kepala Bidang Pemadaman Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kota Palangka Raya, Alfrianto, menyebut sekitar 60 persen kebakaran dipastikan berkaitan dengan korsleting listrik.
Menurut Alfrianto, penambahan daya listrik, penggunaan AC maupun peralatan elektronik lainnya harus diikuti dengan penyesuaian instalasi, termasuk pembaruan kabel.
Selain korsleting, faktor kelalaian manusia juga menjadi salah satu pemicu kebakaran. Di antaranya lupa mematikan kompor maupun sumber api lainnya setelah digunakan.
Karena itu, perhatian terhadap keamanan instalasi listrik dan kewaspadaan masyarakat menjadi bagian penting dalam upaya mencegah kebakaran permukiman. (jef)
PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Kebakaran pemukiman di Kota Palangka Raya masih menjadi perhatian. Terutama dengan korsleting listrik yang disebut menjadi salah satu penyebab dominan kejadian kebakaran.
Menanggapi kondisi tersebut, Anggota Komisi III DPRD Kota Palangka Raya, Arif M. Norkim. Mendorong masyarakat untuk lebih memperhatikan kondisi instalasi listrik di rumah masing-masing.
“Hal ini dinilai penting mengingat penggunaan perangkat elektronik rumah tangga terus meningkat. Sementara instalasi listrik yang sudah berusia lama dapat meningkatkan risiko terjadinya korsleting apabila tidak dilakukan pemeriksaan maupun pembaruan,” ujarnya pada Sabtu (3/10/2026).
Sebelumnya, Kepala Bidang Pemadaman Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kota Palangka Raya, Alfrianto, menyebut sekitar 60 persen kebakaran dipastikan berkaitan dengan korsleting listrik.
Menurut Alfrianto, penambahan daya listrik, penggunaan AC maupun peralatan elektronik lainnya harus diikuti dengan penyesuaian instalasi, termasuk pembaruan kabel.
Selain korsleting, faktor kelalaian manusia juga menjadi salah satu pemicu kebakaran. Di antaranya lupa mematikan kompor maupun sumber api lainnya setelah digunakan.
Karena itu, perhatian terhadap keamanan instalasi listrik dan kewaspadaan masyarakat menjadi bagian penting dalam upaya mencegah kebakaran permukiman. (jef)